contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Moving Text

No Future Without History|κανένα μέλλον χωρίς ιστορία|pas d'avenir sans histoire|没有历史没有前途
Senin, 14 November 2011

         Tidak terasa sudah 4 bulan saya berada di SMA Labschool Kebayoran, saya masih baru dengan lingkungan sekolah Labschool Kebayoran. Selama di SMA Labschool Kebayoran ini memerlukan banyak energy dan berkoban waktu, Intergritas dan Pengontrolan waktu sangat diperlukan karena di SMA Labschool Kebayoran ini memiliki banyak sekali program dan acara yang hanya ada di Labschool Kebayoran, salah satu contohnya yaitu TO.


Pada tanggal 20-24 Oktober 2011, siswa Labschool Kebayoran kelas 10 bersama OSIS dan MPK melaksanakan Trip Observasi di kampung Parakan Ceuri, desa Pusaka Mulya, kabupaten Purwakarta. Trip Observasi itu sendiri merupakan acara yang menjadi tradisi dan hanya ada di Labschool. Di Trip Observasi, kami pergi ke kampung Parakan Ceuri dan tinggal bersama orang tua asuh selama 5 hari dan melihat bagaimana kehidupan di desa.


Sebelum dilaksanakannya Trip Observasi, dilaksanakan Pra Trip Observasi yang dilaksanakan 2 hari pada tanggal 13-15 Oktober 2011. Pada tanggal 8 Oktober 2011 setelah kelas reguler melaksanakan Ujian Tengah Semester, kami berganti pakaian memakai kaos bendera dan celana training. Setelah itu semuanya berkumpul di aula masjid, lalu masing-masing siswa berkumpul dengan kelompoknya dan memilih ketua kelompok. Saya sendiri masuk ke kelompok 1, ketua yang dipilih adalah Fakhri dan pembimbing kami adalah Kak Hasnan dan Kak Farras. Anggota kelompok kami ada 7 yaitu saya, Fakhri, Arsyan, Ihsan, Naila, Natya, Khansa. Kami hanya ber tujuh karena belum termasuk Samara yang sedang latihan untuk sea games.


Setelah itu kami vote untuk ketua angkatan, calon ketua angkatan berasal dari 30 ketua kelompok. Setiap ketua kelompok mempunyai kesempatan untuk menjadi ketua angkatan. Setelah vote, semua peserta pra TO ke lapangan kecuali ketua kelompok. Di lapangan kita baris lalu setiap kelompok diberikan 1 ikat tongkat bambu. Tongkat bambu yang diberikan di amplas terlebih dahulu dengan bimbingan dari Pak Eri. Lalu setiap kelompok berkumpul di sisi-sisi lapangan untuk mengamplas tongkat dan mengecatnya. Tongkat itu perlu diamplas sampai halus agar catnya dapat menyerap dengan baik. Setelah tongkat bambu tersebut selesai diamplas sampai halus, kami diberikan 1 kaleng cat putih dan 2 kuas untuk mengecat tongkat tersebut. Karena kuasnya hanya ada 2, kami harus mengecat tongkat secara bergantian, orang yang sudah menyelesaikan mengecat tongkatnya membantu temannya dengan cara memegang tongkatnya agar mudah untuk di cat. Setelah semua tongkat di cat, kami kembali berbaris lalu berdoa. Setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing.


Pada tanggal 10, kami belajar seperti biasa dan tongkat yang kami sudah buat semuanya ada di lapangan untuk dikeringkan. Pada tanggal 12 Oktober 2011, kami mempersiapkan name tag dan tongkat, kelompok kami dibagi menjadi 2. 4 orang mengecat tongkat, dan 3 lagi membuat name tag, saya sendiri ikut membuat nametag bersama Arsyan dan Naila. Untungnya kelompok kami dibantu kak Farras, pada tanggal 12 seharusnya untuk yang name tag membuat anyaman yang ada di tengah name tag saja. Tapi kelompok kami pada tanggal 12 sudah membuat anyaman, sayap, dan bagian kecil lainnya. Dalam hal name tag, kelompok kami paling cepat membuatnya, sedangkan dalam hal tongkat, bisa dibilang kelompok kami agak “tertinggal”. Setelah itu kami apel dahulu lalu diberikan pengunguman untuk membawa buku sebagai sumbangan untuk SD di kampung Parakan Ceuri dan tanda panah dari infraboard warna merah untuk dipakai saat penjelajahan.


 Keesokan harinya kami melanjutkan perkerjaan yang dilakukan hari sebelumnya. Perkembangan pembuatan name tag kami bagus karena kak Farras itu sendiri yang membuat name tagnya. Pada saat menyelesaikan name tag, saya merasakan ketegangan karena semuanya berlomba-lomba untuk menyelesaikannya. Kelompok kami selesai paling pertama dan kami pun bertiga mulai membersihkan dan istirahat selagi teman-teman kami yang berada di kelompok lain masih berkerja untuk menyelesaikan name tagnya. Sedangkan dalam hal tongkat kami ketinggalan jauh dengan yang lain, tetapi kami pun tetap selesai membuat tongkatnya. Acara tanggal 13 itu ditutup dengan apel sore lalu pulang untuk bersiap-siap untuk Pra TO. Name tag yang sudah jadi perlu dilaminating sedangkan tongkatnya diberikan keesokan harinya


Keesokan harinya pada tanggal 14 Oktober 2011 kami masuk pagi-pagi untuk lari dengan tongkat. Tetapi ternyata saya lupa sesuatu, name tag saya sudah dilaminating tetapi lupa untuk memasukan fotonya. Tetapi untungnya name tag dipakai setelah lari pagi dan saya memiliki kesempatan untuk menempel fotonya di name tag. Pagi itu kami disuruh lari dengan membawa tongkat, pertama-tama diberikan instruksi dahulu karena lari pagi dengan membawa tongkat membawa lebih banyak resiko dibanding biasanya. Rute lari pagi hari itu lebih jauh daripada biasanya. Kami melewati Barito dan Mayestik selama lari pagi, dan ada juga seri diantara itu. Kami disuruh menyanyikan lagu tanpa berhenti. Karena saya dari kelompok satu, otomatis saya berada di paling depan saat lari pagi. Setelah kami selesai lari pagi, kami berganti pakaian memakai seragam putih abu-abu lalu berkumpul di aula untuk apel peresmian acara Pra TO. Setelah apel pagi selesai, kami disuruh duduk lalu semuanya di cek atribut dan perlengkapannya. Saya merasa gugup karena foto saya berada di luar laminating name tag, tetapi saat saya di cek saya tidak dicoret name tag nya, dengan kata lain saya sudah benar. Lalu pada hari itu kami melaksanakan simulasi PKD di lantai 4 dengan kelompok 2. PKD sendiri singkatan dari peduli kehidupan desa, tetapi ini hanya simulasinya. Setelah acara simulasi PKD selesai, kami membahas tentang pentas seni untuk keesokan harinya. Setelah membahas kami makan sholat lalu makan siang. Setelah itu kami membuat presentasi PDP untuk di presentasikan hari itu juga. PDP adalah penelitian dan inti dari trip observasi itu sendiri. Tema Pentas seni kami ialah “hole in the wall” yang merupakan salah satu tema paling susah karena kebutuhan propertinya. Sedangkan PDPnya kita mendapakan topik sanitasi desa. Presentasi PDP kelompok kami saat Pra TO sangat buruk, display kami berjatuhan bagian-bagiannya dan juga kami di kritik oleh Pak Hadi. Setelah selesai PDP kami apel sore lalu pulang, rasanya sangat lega menyelesaikan hari pertama Pra TO.


Hari kedua Pra TO pada tanggal 15 Oktober 2011 lebih berat lagi. Pertama-tama kami lari pagi melewati rute yang sangat jauh yaitu melewati Mall Gandaria City. Setelah kami lari pagi kami berbaris di lapangan untuk melakukan siaga tongkat. Siaga tongkat adalah acara saat kakak-kakak OSIS merebut tongkat lalu kami harus berargumen untuk mendapatkan tongkat nya kembali. Tongkat saya sendiri direbut dan saya harus berargumen sendiri, peraturannya kalau ketua kelompok tongkatnya diambil semuanya harus membantu berargumen, kalau salah satu anggota kelompok perempuan yang tongkatnya diambil, satu perwakilan anggota laki-laki harus membantu anggota perempuan kelompoknya yang diambil tongkatnya, sedangkan kalau seorang laki-laki tongkatnya diambil dia harus berargumen sendiri. Pertama-tama tongkat Naila yaitu anggota perempuan dari kelompok saya tongkatnya diambil, lalu saya membantunya berargumen. Setelah tongkat Naila berhasil direbut kembali, tongkat saya diambil lalu saya harus melakukan seri untuk mendapatkan tongkat saya. Lalu terakhir-akhir tongkat Fakhri sang ketua kelompok tongkatnya diambil, kami semua pergi untuk berargumen. Tetapi saat sedang berargumen sesi siaga tongkat telah selesai dan kami kembali membentuk barisan. Setelah itu kami berganti pakaian dan siap-siap untuk pentas seni. 15 kelompok pentas seni yang paling bagus akan dipilih untuk tampil di kampung Parakan Ceuri dan sayangnya kelompok kami tidak terpilih. Setelah pentas seni, kami diberikan informasi tentang Lintas Budaya dan saya dipilih sebagai perwakilan kelompok untuk Lintas Budaya, tema yang kami dapatkan yaitu korea. Pada hari itu juga ketua angkatan telah terpilih yaitu Bayu, Raihan, dan Maga. Setelah pelantikan ketua angkatan kami disuruh keluar karena tongkat kami semuanya diambil dan di sangkutkan di gawang lapangan rumput. Acara tersebut bernama barikade. Ada tongkat yang dipatahkan juga tetapi itu bukan punya salah satu peserta. Akhirnya barikade selesai karena ada kesalahpahaman dan diberikan amanat. Setelah itu kami apel sore penutupan pra TO lalu pulang.


Pada tanggal 20 Oktober 2011 kami masuk ke sekolah untuk TO sebenarnya. Pertama-tama kami apel pembukaan acara TO dengan pemakaian name tag lalu kami pergi ke bis masing-masing untuk pergi ke kampung Parakan Ceuri. Sesampainya disana kami harus berjalan terlebih dahulu melewati sawah ke lapangan kampung. Setelah sampai di kampung Parakan Ceuri, kami berbaris untuk penerimaan peserta TO. Setelah itu, kami bersilaturahmi dengan keluarga asuh. Setelah bersilaturahmi kami sholat lalu kelompok kami mengambil data PDP untuk di presentasikan hari esoknya. Kami mengambil data PDP dengan cara survei keliling kampung dan mengambil mewawancarai 10 rumah tangga dengan 5 pertanyaan masing-masing. Setelah data telah dikumpulkan, kami membuat dasar display PDP lalu kami sholat magrib. Setelah sholat kami pergi ke lapangan kampung untuk melihat pentas seni kelompok 5 pertama yang lolos. Tetapi saya menjaga rumah karena peraturannya setiap kelompok keluar rumah perlu ada 2 anggota yang menjaga rumah. Setelah pentas seni pulang dan teman-teman saya kembali ke rumah kami memutuskan siapa yang menjaga vendel terlebih dahulul. Vendel itu harus bediri berbentuk tongkat yang dibentuk seperti menara. Kalau kakak OSIS datang mereka akan menyenter kami dengan warna-warna dan kami harus membalasnya dengan warna-warna yang sama. Saya dan Fakhri jaga vendel duluan dari jam 10-12, rasanya sangat ngantuk sekali. Kami didatangi kakak OSIS sekali saja lalu pada jam 12 kami ganti shift. Shift kedua itu Arsyan dan Ihsan, mereka didatangi sekali lalu setelah itu karena mereka kira hanya didatangi sekali, mereka tidur. Tetapi ternyata malam itu kakak OSISnya datang 2 kali dan kami pun dapat pita kuning.


Hari kedua pada tanggal 21 Oktober 2011 berawal dari kami bangun pagi-pagi untuk sholat subuh, setelah sholat subuh kami pergi lari pagi. Rute lari pagi tersebut tidak terlalu jauh tetapi sangat menguras energi karena rute larinya naik-turun. Setelah selesai lari pagi kami bersiap-siap untuk melakukan PKD dan Edu Care, saya dan Ihsan perwakilan untuk PKD sedangkan Khansa dipilih untuk Edu Care. Saat PDP kami pergi ke sawah untuk melakukan aktivitas sehari-hari orang tua asuh. Disana kami bertemu dengan kelompok lain yang berkerja di ladang yang sama. Sedangkan Edu Care itu adalah salah satu perwakilan dari kelompok mengajar anak SD yang berada di dekat kampung Parakan Ceuri. PKD itu sangat seru, kami pergi ke sawah untuk mewawancarai orang tua asuh dan kami juga kadang tercemplung ke lumpur. Sepatu saya juga tercemplung kedalam lumpur dan sangat kotor, akhirnya saya melepas sepatu hingga PKD selesai. Setelah PKD selesai kami mempersiapkan presentasi PDP. Lalu kami pergi kelapangan untuk mempresentasikan PDP, disana kami jauh lebih baik daripada sebelumnya. Walau hanya berempat yang mempresentasikannya, kami sangat bangga karena perkembangan PDP kami dari saat pra TO dan TO sangat luar biasa. Setelah presentasi PDP selesai, kami membuat presentasi PKD yang akan dikumpulkan subuh esok harinya. Lalu sore itu lintas budaya, saya dan natya memakai baju tradisional korea dan pergi ke lapangan untuk lintas budaya, disana 15 kelompok pertama mempresentasikan budaya masing-masing kelompok dan 15 kelompok lainnya mempresentasikannya hari esok. Kelompok saya maju paling pertama dan kami sepertinya kurang menarik. Malam itu ada acara pentas seni lagi, kali ini kelompok 5-10 yang tampil. Setelah pentas seni selesai, kami pergi pulang lalu malam itu juga ada jaga vendel, jaga vendel malam itu pertama perempuan yang menjaga lalu setelah itu Ihsan dan Arsyan, setelah mereka baru saya dan Fakhri shift terakhir. Malam itu kami hanya didatangi sekali saja oleh kakak-kakak OSIS.


Pada tanggal 22 Oktober 2011 kami bangun untuk sholat subuh lalu mengumpulkan hasil PKD. PKD itu sendiri akan dipilih 15 kelompok paling bagus dan akan dipresentasikan. Pagi itu kami senam pagi dibimbing oleh kopasus yang datang. Setelah senam pagi kami diumumkan siapa yang masuk ke 5 besar PDP dan 15 besar PKD. Alhamdulilah kami masuk kedua-duanya, setelah itu saya dan Ihsan mempresentasikan PKD sedangkan ada juga yang Bakti Sosial yaitu Arsyan dan juga ada yang pergi mengajar sd sekali lagi yaitu Khansa. Setelah presentasi PKD, kami masuk ke final PDP yang terhambat karena ada hujan tetapi acara tetap berlangsung. Setelah PDP selesai ada lintas budaya sesi ke 2, kali ini yang mempresentasikan kelompok 16-30. Setelah lintas budaya selesai, datang hujan yang sangat kencang, kami terpaksa untuk menunggu di bawah tenda bersama yang lainnya. Selama di bawah tenda kami menyanyikan lagu seperti yell-yell angkatan. Setelah hujan selesai, kami kembali ke rumah masing-masing lalu istirahat karena esok harinya akan melakukan penjelajahan.


Esok harinya pada tanggal 23 Oktober 2011, kami bangun pagi seperti biasa untuk melakukan sholat subuh, setelah itu kami harus pergi ke lapangan karena urutan penjelajahan sesuai dengan urutan yang datang duluan, tetapi urutan 1-8 berdasarkan hasil PKD, PDP, dan lintas budaya. Saya ingin pergi cepat-cepat tetapi harus menunggu teman-teman dahulu. Sesampainya disana kami sangat telat, kami masuk urutan ke 28 karena PDP, PKD, dan lintas budaya kami tidak menghasilkan apa-apa walaupun kami masuk ke final. Akhirnya kami harus menunggu lama dan saya juga kena mag tetapi akhirnya kami pergi juga. Penjelajahan itu sangat mengasyikan sekaligus menguras energi, disana melewati hutan-hutan, air terjun, dan juga sawah. Kami pulang dalam keadaan basah karena hujan deras. Sesampainya dirumah kami makan bersama dengan kelompok 2. Karena kelompok kami tidak memiliki bahan makanan, anggota kami yang menjaga rumah pergi ke kelompok 2 untuk membantu membuat masakan untuk 2 kelompok kami. Setelah itu kami istirahat sampai malam, saat malamnya kami melihat pentas seni yang dilanjutkan dengan api unggun. Saat api unggun saya merasa agak sedih karena saya tahu akan meninggalkan angkatan ini karena saya masuk ke kelas Akselerasi. Setelah api unggun selesai kelompok-kelompok mengobrol terlebih dahulu baru pulang ke rumah masing-masing.


 Pagi keesokan harinya kami senam dahulu lalu berpamitan dengan orang tua asuh karena hari itu hari terakhir kami berada di kampung Parakan Ceuri. Setelah  itu kami melakukan apel penutupan acara TO di lapangan kampung baru pulang dengan bus ke Labschool Kebayoran. Sesampainya disana kami apel lagi baru pulang dengan orang tua masing-masing siswa. Itulah rangkaian acara TO di Labsky.

0

0 comments:

Poskan Komentar

Harap berkomentar yang penting-penting saja. Jangan mengandung kata kasar ataupun SARA, dan jangan lupa menyertakan nama ASLI

Diprakarsai oleh bapak Shobirien, guru kami. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Tentang Kami

Blog pelajaran kelas Akselerasi Angkatan 11 SMA Labschool Kebayoran. #DasaEkaCakraBayangkara

Cultural Counter